MENGEJAR JOMBIS






"Mau diantar gak? Sepertinya rumah kita searah deh," tawar Arga, si CocaCoLa sekaligus  mentor di kantor baruku yang  sedingin gunung es.

Buat melihat senyumnya, seperti menunggu seperti menunggu bonus tahunan, harap-harap cemas.

"Enggak usah Mas, terima kasih saya sudah pesan ojek online," ujarku

Arga  mengangguk sambil memegang ranselnya,

 "Hati-hati ya Adel, Sudah petang nih. Setahuku arah masuk kostmu itu biasanya gelap,"

'Baik Mas, itu ojolku datang," aku bergegas berlari menuju motor yang menunggu di depan pagar kantor.

Sekilas kulihat kecewa menghiasi wajahnya. Ataukah ini perasaanku saja?

Duh perasaan jombis nih, suka Gede Rasa begitu ada yang perhatian

Lengkaplah paket deritakun senja ini, motor yang mengantarkanku pulang mogok tepat di jalan menuju masu ke kostku. Dan aku terpaksa berjalan kaki setelah membayar ongkos ojolku.

Dan apa yang dikatakan Arga tidak salah.

Gelap..., Gerimis..., ditambah lolong anjing  membuatku  bergegas melangkahkan kakiku.

High heels membuatku kesulitan untuk berjalan dengan cepat.

Duh berasa lama ya..

Aku menyesal tidak menerima tawaran Arga tadi .
Sok jual mahal deh loe Adel !

Aku menangisi nsasibku, nasib jombis alias jomblo sejati.
Terus merutuki diriku sambil melirik sekeliling.

Pohon beringin di sebelah jalan seolah ingin mencengkram dan mencekikku.

Aku tersentak, sinar lampu motor  dari belakang menerangi jalanku.
 Aku menoleh ke belakang, kulihat motor dibelakangku  memperlambat jalannya.

Aku hanya  sempat melihat, pengemudi berjaket hitam dengan wajah yang tak terlihat ditutupi helm hitam pekat.

Pengendara motor itu membuat diriku semakin was-was, apakah dia penguntit, perampok atau begalkah?

Bermacam pikiran jelek memenuhi benakku yang ketakutan.
Refleks aku memegang erat tas kerjaku, keringat membasahi pipi, entah karena takut atau lelah.

Setengah berlari aku bergegas melangkah saat kulihat pagar kostku, tapi pengendara motor itu tak mau mendahului.

Dia memilih tetap berada di belakangku.

Aku segera meraih pintu pagar kost, dan segera membukanya. Aku ingin cepat sampai  kamar.

HHWWAA..
Aku terperanjat ketika sebuah tangan  memegang bahuku sebelum aku mendorong pagar kostku.

Dengan pucatnya aku berbalik.

Pengendara misterius dalam tampilan serba hitam berdiri di hadapan dan memegang bahuku.

Aku segera berontak memukulkan tasku dengan kuat ke perutnya.

Dan aku berlari membuka pagar.

"ADELL! Ini Aku!!," seru suara yang kukenal dan selalu kuingat.

Langkahku terhenti, Aku menoleh, kulihat dia sedang membuka helmnya

UPPSS..

"A..ARGA?...Kamu ngapain kesini?' tanyaku dengan terbata-bata.

"Ini aku mengantarkan kunci kostmu yang tertinggal di meja kantor," 
Arga yang meringis memegang perutnya tengah berdiri di depan pagar sambil menyodorkan kunci kostku.

Dan aku tertunduk malu.


*****SELESAI*****











You Might Also Like

0 komentar